SELAMAT DATANG DI DESA BABADAN KECAMATAN PARON KABUPATEN NGAWI

Artikel

PELATIHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DESA BABADAN

27 Desember 2022 11:48:06  Administrator  156 Kali Dibaca  Berita Desa

babadan-paron.desa.id. Pada hari ini Selasa (26/12/2022) pemdes Desa Babatan melakukan pelatihan teknologi tepat guna yang dihadiri oleh bapak camat Paron yaitu bapak Arin Ariyanto, koordinator BPP bapak Budiono, S.P, Balai Penyuluh Pertanian Kec.Paron yaitu Bapak Anang Suprapto, S.P sebagai Pemateri dan dihadiri pengurus GAPOKTAN dan pengurus POKTAN  beserta anggota yang berjumlah 80 orang peserta Serta Ayu POPT (Petugas Pengendali Organisme Tanaman) hama

 

Pada pelatihan ini dibahas tentang penggunaan teknologi tepat guna dalam mendukung pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB). Mendukung program pemkab Ngawi yaitu Ngawi berbudidaya pertanian yang ramah lingkungan, lahan pertanian yang semakin menyempit dan penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida anorganik, serta pupuk bersubsidi yang terbatas menjadi latar belakang pelatihan tersebut.

 

Pertanian ramah lingkungan merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumber daya pertanian dan input usaha tani secara bijak berbasis inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan produktivitas berkelanjutan secara ekonomi menguntungkan dan diterima sosial budaya dan beresiko rendah atau tidak mengurangi serta merusak fungsi lingkungan.

 

Teknologi tepat guna yang dibahas di Pemdes Desa Babatan yaitu pembuatan pupuk organik cair (POC) dan padat, pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) dan pestisida nabati (PESNAB).

 

Pupuk Organik Cair (POP) adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair yang dibuat dari proses fermentasi sisa tanaman, kotoran hewan sehingga menghasilkan nutrisi bagi tanaman. Salah satu manfaatnya adalah memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dengan cepat. Kelebihannya tidak merusak agroekologi, murah dan bahan baku melimpah serta tidak menyebabkan keracunan.

 

Bahan utama pupuk organik cair adalah Karbohidrat meliputi air cucian beras, urine kelinci, sapi, hijau daun dan lain-lain. Energinya menggunakan gula molase/tetes. Mikrobanya dari dekomposer dan fermentator.

 

Mikroorganisme lokal (MOL) adalah kumpulan mikroorganisme yang bermanfaat sebagai starter dalam proses penguraian, pelapukan, dalam fermentasi bahan organik menjadi pupuk organik padat maupun cair. Manfaat MOL adalah sebagai bahan pupuk organik cair (MOL), sebagai dekomposer,  sebagai pengganti pupuk kimia. Kelebihan dari MOL yaitu tidak merusak agroekologi, murah dan bahan baku melimpah, tidak menyebabkan keracunan,  hasil pertanian ramah lingkungan serta mengurangi pencemaran.

 

Bahan utama dalam pembuatan MOL adalah karbohidrat dari air cucian beras,  nasi sisa, singkong, dan lain-lain. Glukosanya berasal dari gula merah, gula pasir dan air kelapa, serta mikroba atau fermentator.

Pestisida nabati (PESNAB) adalah hasil fermentasi dari hijau daun (tanaman /tumbuhan) yang menghasilkan bau menyengat (antraktan dan repelent) atau racun/toksin. Fungsi pestisida nabati adalah untuk mengendalikan hama karena pestisida nabati menimbulkan bau menyengat dan tidak disukai hama (sebagai repelent dan sebagai antraktan atau penarik/perangsang, mengendalikan hama karena pestisida nabati menimbulkan racun/toksin yang bisa membunuh hama.

 

Beberapa pestisida nabati contohnya sebagai berikut :

1. Pengusir walang sangit dengan menggunakan biji daun biji sirsak dan daun tembakau

2. Pengusir ulat grayak pada kedelai menggunakan lengkuas dan jahe

3. Pengusir berbagai jenis ulat racun kontak dan perut menggunakan akar tuba dan kulit kayu

4. Racun siput menggunakan biji pinang

5. Pengendali belalang daun jagung menggunakan daun sengon Buto

6. Sebagai perekat menggunakan daun lidah buaya

7. Pengendali tikus bisa menggunakan jengkol buah, serai wangi dan ubi gadung.

8. Lalat buah bisa menggunakan bunga dan daun selasih, kayu putih dan daun pandan.

9. Nematoda atau nematisida bisa menggunakan lada

 

Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan baik Pemerintah Desa Babatan maupun masyarakat desa Babatan bisa mendapatkan solusi dari kekurangan pupuk dan berbagai hama yang menyerang pertanian sehingga hasil pertanian lebih melimpah dan ramah lingkungan aamiin.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Aparatur Desa

Back Next